Benarkah Lulusan Sarjana Memiliki Peluang Lebih Besar Untuk Bekerja?
Hampir tidak pernah ada pekerja lulusan sekolah
menengah akhir yang mendapatkan posisi strategis pekerjaan khususnya untuk
level staff ke atas. Kalaupun ada umumnya mereka sudah bekerja cukup lama dan
diberikan promosi jabatan oleh atasannya. Dan itu pun biasanya masih ada
persyaratan lain dimana yang bersangkutan harus melanjutkan serta menuntaskan
pendidikan kuliah terlebih dahulu. Level pendidikan sejauh ini memang masih
menjadi acuan utama beberapa perusahaan untuk menyeleksi calon pekerjanya.
Pendidikan tinggi berarti jabatan tinggi, pendidikan rendah berarti jabatan
rendah.
Dalam dunia kerja, lulusan sarjana juga mempunyai
banyak kelebihan diantaranya pola pikir dalam menyelesaikan masalah. Ketika
masa perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mencari informasi sendiri dengan
bertanya kepada dosen atau teman. Materi kuliah pun tersedia seadanya sesuai
silabus selanjutnya mahasiswa diharuskan mencari atau mengeksplorasi materi
secara mandiri. Ketika kerja kelompok antar mahasiswa, hasilnya cenderung bagus
karena saling memahami satu sama lain. Mereka sadar jika ada satu hal saja yang
kurang maka akan berakibat pada nilai tim. Dari sini dapat dilihat mahasiswa
bisa bekerja secara individu maupun dengan tim. Mahasiswa juga dididik untuk
menyelesaikan masalahnya sendiri maupun masalahnya dengan orang lain. Dalam
menghadapi masalah, mahasiswa menganalisa, lalu membuat keputusan, dan kemudian
menyelesaikan masalah tersebut. Seiring kemampuannya dalam menyelesaikan
permasalahan, ia terbiasa untuk menyelesaikannya dan pola pikirnya terbentuk.
Selain itu di masa perkuliahan, mahasiswa tidak
jarang mendapat tugas presentasi. Saat presentasi, mahasiswa dituntut agar bisa
menyampaikan dan menyusun kata dengan baik, serta berpendapat ketika sesi
sharing dan tanya jawab dibuka. Dan oleh sebab itu mahasiswa terdidik untuk
berkomunikasi yang baik sehingga saat bicara dengan orang lain ia tidak akan
gugup karena ia sudah terbiasa berkomunikasi dengan orang lain. Dan seperti
yang kita tahu kemampuan komunikasi yang baik dibutuhkan oleh setiap perusahaan
untuk menjalin kerjasama dengan klien, investor atau perusahaan lain.
Dibangku perkuliahan mahasiswa juga belajar banyak
keahlian diantarnya adalah kemampuan negoisasi, seperti kasus ganti jadwal
kuliah, janjian ketemuan dengan dosen dalam hal project, bimbingan skripsi dan
lainnya. Selain itu mahasiswa juga belajar keahlian ketik-mengetik, berpikir
kritis, membuat laporan hasil praktek atau penelitian dan masih banyak lagi.
Karena itu mahasiswa mempunyai wawasan yang luas. Berbekal itu bisa dipastikan
lulusan sarjana dapat menyerap ilmu dan informasi baru dengan cepat begitu juga
dengan pemahamannya karena ia telah terbiasa semenjak duduk di bangku kuliah.
Perusahaan sangat membutuhkan pekerja yang dapat menerima ilmu dan informasi
dengan cepat karena hal itu dapat memajukan perusahaan.
Saat mahasiswa melakukan skripsi atau tugas akhir ia
belajar banyak hal yang sangat berguna untuk karirnya atau ketika ia akan
melamar pekerjaan. Diantaranya adalah mahasiswa belajar menulis skripsi atau
tugas akhir dengan menggunakan bahasa yang formal dan sesuai dengan ejaan yang
disempurnakan. Sehingga tidak asal meyingkat bahasa atau menggunakan
penggantian bahasa seperti kata “alay”. Penilaian terhadap seseorang juga dapat
dilihat dari cara seseorang menulis. Karena secara tidak sadar, menulis
berpengaruh juga untuk penyampaian pendapat dalam hal apapun, tanda baca,
ambiguitas, penerapan bahasa asing yang sesuai, dan sebagainya.
Dalam melakukan tugas skripsi mahasiswa dididik
untuk mencari fakta yang benar, entah dari penelitian, media yang kredibel,
berbasis bukti, literatur, dan tidak mudah terpengaruh oleh hoax. Kesabaran
extra yang didapatkan mahasiswa ketika menyusun skripsi biasanya akan terbawa
sampai dia lulus, bagaimana menampung data, mengolah pendapat pembimbing 1 dan
2, menyampaikan karya tulis yang baik.
Di bangku perkuliahan juga kita akan bergaul dan
bersosialisasi dengan teman yang cangkupannya
lebih luas dan kultur yang berbeda apa lagi di kampus bergengsi. Tidak
hanya beda kota saja, kita akan mempunya teman beda provinsi maupun beda pulau
terkadang juga beda negara juga. Hal ini tentu penting dengan alasan klise,
teman akan bisa menjadi relasi kerja kita kedepannya. Dengan kuliah akan
membuat kita mempunyai relasi yang lebih luas. Relasi yang berasal dari
dosen-dosen atau tenaga pengajar, relasi dari kalangan teman mahasiswa, relasi
dari pimpinan universitas dan relasi lainnya di masyarakat hingga tokoh nasional.
Kita juga bisa menambah relasi dengan aktif berorganisasi di kampus, pertukaran
mahasiswa, terlibat aksi sosial seperti menjadi volunteer dan magang kerja.
Begitu banyak keuntungan yang didapatkan ketika kita
berkuliah dan lulus menjadi sarjana dan tentunya saat kita akan melamar
pekerjaan. Banyak ilmu dan pengalaman semasa kuliah yang kita dapatkan dan akan
sangat berguna di dunia kerja. Dan itu akan menjadi alasan mengapa lulusan
sarjana memiliki peluang lebih besar untuk bekerja.
Kuliah memang tidak menjamin seseorang hidup sukses.
Karena tidak adanya jaminan seseorang bisa kerja dengan gaji tinggi selepas
lulus kuliah. Kuliah hanyalah membantu seseorang bisa lebih sukses lagi
hidupnya. Ini karena ilmu tambahan yang lebih lengkap dan detail yang didapatkan
di bangku pekuliahan. Ditambah lagi dengan banyaknya relasi yang diperoleh.
“Kuliah tidak menjamin kesuksesanmu, tetapi dengan kuliah, kesuksesanmu lebih
terjamin”.

Komentar
Posting Komentar