Dari Pulau Madura, Saya Belajar Makna “Bhinneka Tunggal Ika”
Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keberagaman. Tersusun atas lebih dari 17000 pulau dan 1340 suku menjadikan Indonesia negeri yang kaya akan ragam budaya. Meski kaya akan ragam budaya yang tentunya berbeda-beda di setiap wilayah, bangsa Indonesia tetap menjunjung tinggi persatuan seperti pedoman bangsa kita “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi satu jua.
Saya pun ingin membagikan pengalaman mengenai keberagaman bangsa yang saya alami secara langsung. Saya adalah orang suku Jawa yang bertempat tinggal di kota Surabaya, ketika saya mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah keatas, saya dan ketiga teman saya mendapat amanat untuk melakukan pengabdian di sebuah lembaga pendidikan dan lembaga pendidikan tersebut terletak di kabupaten Bangkalan, salah satu kabupaten di pulau Madura. Lembaga pendidikan tersebut bernama Yayasan Darul Musthofa.
Ketika saya
menginjakan kaki saya pertama kali di tempat pengabdian,
para murid menyambut saya dan ketiga rekan saya dengan antusisme yang luar
biasa. Barang-barang kami mereka ambil karena mereka ingin membawakan barang para guru baru dari seberang pulau yang akan melakukan pengabdian di tempat
ini.
Esoknya kami
para guru melakukan pertemuan pertama dengan para murid, mereka semua terlihat
bersemangat karena mereka merasa senang dengan kehadiran kami, dan tidak sabar
untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru dari guru pengabdian. Kami mengajar
mereka menggunakan bahasa Indonesia dan untuk pelajaran tertentu kami mengajar
mereka menggunakan bahasa Inggris dan Arab.
Hari-hari pun
saya dan ketiga rekan saya jalani di tempat pengabdian ini dan kami menemukan banyak
keberagaman yang ada. Meski kami mengajar menggunakan bahasa Indonesia, namun
dalam percakapan sehari-hari para murid menggunakan bahasa Madura. Saya dan
ketiga rekan saya yang tidak tahu mengenai bahasa Madura, kami belajar bahasa
tersebut melalui guru pengabdian yang berasal dari wilayah Madura. Dengan belajar
bahasa Madura, kami sedikit tahu apa yang dibicarakan para murid diluar jam
pelajaran serta bekal kami untuk “survive” di pulau ini.
Selain itu jika
biasanya kebanyakan suku Jawa merayakan maulid nabi di Masjid, Musholah atau
lembaga pendidikan Al-Qur’an. Maka suku Madura berbeda dengan itu. Selain
pelaksanaan maulid nabi yang dirayakan oleh suku Madura di Masjid, Musholah dan
lembaga pendidikan Al-Qur’an, mereka juga merayakan maulid nabi di rumah-rumah
mereka dengan mengundang para kyai dan jamaah. Mereka melakukannya karena
mereka menganggap bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah hari yang mulia oleh
karena itu mereka mengadakan maulid nabi dirumah mereka masing-masing untuk mengharap
syafa’at dari Rasulullah SAW.
Dalam budaya
Madura, saya juga menemui kebiasaan yang unik salah satunya dalam hal
pernikahan. Jika suku Madura mengadakan pernikahan, akan banyak kegiatan yang
dilakukan dari pagi hingga malam hari. Di pagi hari biasanya keluarga pengantin
akan mengundang grub hadrah yang akan melantukan salawat, kemudian di siang
hari keluarga pengantin akan menyewa grub drumband, grum drumband disewa guna
mengantar mempelai pria dari tempat asalnya menuju tempat mempelai wanita berada
hingga ketika kegiatan itu dilaksanakan, para warga setempat akan keluar
menyaksikannya. Sungguh unik bukan? Pada malam harinya, keluarga pengantin akan
menyewa grub karaoke guna memeriahkan acara resepsi dan menyambut para tamu.
Sungguh suatu adat istiadat yang unik.
Begitulah banyak keberagaman yang saya temui di tempat pengabdian saya, Pulau Madura. Keberagaman bahasa, kebiasaan, adat istiadat dan budaya. Saya merasa senang karena saya dan rekan saya di terima dengan luar biasa oleh rekan guru, para murid dan warga setempat meski kami berasal dari suku yang berbeda. Dengan melihat pengalaman yang ada, saya dapat mengambil kesimpulan banyak suku di Indonesia yang menyadari bahwa mereka adalah bagian dari bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan mereka menerima keberagaman yang ada dengan menghormati dan menghargai satu sama lain. Dari tempat pengabdian ini, saya belajar makna “Bhinneka Tunggal Ika”.


Komentar
Posting Komentar